Kendari – Universitas Muhammadiyah Kendari (UNMUH Kendari) resmi meluncurkan proyek pembangunan fasilitas dan infrastruktur kampus terpadu untuk Fakultas Pertanian dan Peternakan, Rabu (9 April 2026). Proyek senilai Rp 45 miliar ini merupakan komitmen nyata institusi pendidikan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran dan penelitian di bidang pertanian dan peternakan modern.
Acara peluncuran dihadiri langsung oleh Rektor UNMUH Kendari, Dr. Ir. Sudirman Musa, M.Sc., Dekan Fakultas Pertanian dan Peternakan Dr. Muhammad Fauzin, S.P., M.Agr., sejumlah pejabat kampus, dosen, mahasiswa, dan undangan tamu dari berbagai institusi mitra. Kegiatan berlangsung meriah di halaman utama kampus yang terletak di Jalan Sultan Qaimuddin, Kelurahan Pulo Gadung, Kendari, Sulawesi Tenggara.
Pembangunan infrastruktur kampus ini menjadi milestone penting dalam perjalanan UNMUH Kendari, terutama dalam mengakselerasi pengembangan Program Studi Agronomi dan Program Studi Peternakan yang telah beroperasi selama lebih dari dua dekade. Investasi besar ini mencakup konstruksi gedung laboratorium terintegrasi, rumah kaca (greenhouse) modern, kandang ternak sistem konvensional dan organik, serta fasilitas pengolahan hasil pertanian dan peternakan.
Latar Belakang Pembangunan
Keputusan untuk melaksanakan proyek pembangunan ini diambil berdasarkan hasil evaluasi kurikulum dan kebutuhan akademik yang dilakukan sejak tahun 2024 lalu. Menurut data dari Bagian Perencanaan dan Pengembangan Kampus UNMUH Kendari, terdapat gap signifikan antara standar kompetensi lulusan dengan fasilitas pembelajaran yang tersedia saat ini.
“Selama ini, mahasiswa kami melakukan praktikum dan penelitian dengan menggunakan fasilitas yang sudah cukup lama. Kami menyadari bahwa era modern menuntut pembelajaran yang berbasis teknologi dan praktik lapangan yang mendukung inovasi berkelanjutan,” ujar Dr. Muhammad Fauzin ketika menjawab pertanyaan awak media pada acara peluncuran tersebut.
Situasi ini didukung pula oleh meningkatnya minat calon mahasiswa terhadap program studi pertanian dan peternakan. Dalam dua tahun terakhir, jumlah pendaftar Program Studi Agronomi meningkat 35 persen, sementara Program Studi Peternakan mengalami peningkatan 28 persen. Fenomena ini menunjukkan antusiasme masyarakat terhadap pendidikan pertanian modern, namun infrastruktur kampus belum mampu menampung jumlah mahasiswa dan mendukung metode pembelajaran kontemporer yang diharapkan.
Selain itu, akreditasi program studi dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) juga memberikan rekomendasi penting untuk peningkatan fasilitas fisik dan teknologi pembelajaran. Saran-saran konstruktif ini menjadi pendorong utama bagi pimpinan UNMUH Kendari untuk mengalokasikan dana operasional dan mencari sumber pendanaan eksternal guna mewujudkan proyek ini.
Uraian Fasilitas yang Dibangun
Proyek pembangunan infrastruktur Fakultas Pertanian dan Peternakan dibagi menjadi beberapa tahapan konstruksi yang akan diselesaikan dalam dua tahun. Tahap pertama, yang direncanakan selesai pada Agustus 2026, mencakup pembangunan Gedung Laboratorium Terpadu dengan luas bangunan 2.500 meter persegi.
Gedung laboratorium ini akan dilengkapi dengan ruang-ruang spesifik untuk berbagai kegiatan praktikum, antara lain: laboratorium analisis tanah dan pupuk, laboratorium tanaman, laboratorium patologi tanaman, laboratorium benih dan pemuliaan tanaman, serta laboratorium kesehatan hewan dan reproduksi ternak. Setiap laboratorium dirancang dengan standar biosafety level 2 dan dilengkapi peralatan modern berstandar internasional.
“Peralatan laboratorium yang kami pesan ini adalah peralatan yang sama dengan yang digunakan di universitas-universitas terkemuka di Asia Tenggara. Misalnya, kami akan memiliki spektrofotometer, HPLC (High Performance Liquid Chromatography), dan thermal imaging untuk aplikasi pertanian presisi,” jelas Dr. Ir. Sudirman Musa dengan penuh antusiasme saat menunjukkan desain bangunan kepada peserta acara.
Tahap kedua, direncanakan selesai pada Desember 2026, meliputi konstruksi kompleks Rumah Kaca Terpadu seluas 1.200 meter persegi. Fasilitas ini akan menjadi pusat inovasi dalam mengembangkan teknik budidaya tanaman hortikultura modern, tanaman obat-obatan, dan penelitian adaptasi tanaman terhadap perubahan iklim. Rumah kaca akan dilengkapi sistem irigasi otomatis berbasis sensor kelembaban tanah, sistem kontrol suhu dan kelembaban udara, serta sistem monitoring berbasis aplikasi mobile.
Sementara itu, tahap ketiga yang akan diselesaikan pada April 2027 mencakup pembangunan Kompleks Kandang Ternak Terpadu dengan total luas 3.500 meter persegi. Kompleks ini akan terdiri dari kandang sapi potong dan sapi perah dengan kapasitas 50 ekor, kandang kambing dan domba dengan kapasitas 100 ekor, dan kandang ayam pedaging serta ayam petelur dengan kapasitas 500 ekor. Inovasi terbaru dalam kompleks ini adalah adanya sistem kandang organik yang menerapkan prinsip-prinsip kesejahteraan hewan dan ramah lingkungan.
“Kami juga akan membangun unit biogas dari limbah ternak yang akan digunakan untuk energi terbarukan di kampus. Ini adalah implementasi dari visi kami untuk menjadi kampus hijau dan berkelanjutan,” tambah Dr. Muhammad Fauzin.
Fasilitas tambahan yang juga dibangun dalam proyek ini adalah Unit Pengolahan Hasil Pertanian dan Peternakan seluas 800 meter persegi. Unit ini akan dilengkapi dengan peralatan pengolahan modern untuk produk olahan susu, daging, sayuran, serta buah-buahan. Mahasiswa akan mendapatkan pengalaman langsung dalam mengembangkan value-added products yang dapat dipasarkan secara komersial.
Komitmen dan Visi Universitas
Rektor UNMUH Kendari, Dr. Ir. Sudirman Musa, M.Sc., menekankan bahwa proyek pembangunan ini merupakan wujud nyata dari komitmen institusi terhadap pendidikan berkualitas tinggi dan berkelanjutan. Dalam sambutannya, beliau menyatakan bahwa pembangunan infrastruktur ini adalah bagian integral dari rencana strategis jangka panjang universitas.
“Universitas Muhammadiyah Kendari memiliki visi untuk menjadi pusat pendidikan dan penelitian pertanian terkemuka di kawasan Sulawesi Tenggara. Untuk mewujudkan visi ini, kami memahami bahwa investasi dalam infrastruktur dan teknologi adalah keharusan. Fasilitas-fasilitas modern yang kami bangun ini bukan hanya untuk memuaskan kebutuhan akademik saat ini, tetapi juga untuk mengantisipasi kebutuhan pendidikan pertanian di masa depan,” ujar Dr. Sudirman Musa di depan para hadirin.
Lebih lanjut, Rektor menegaskan bahwa pembangunan ini juga didorong oleh kesadaran akan potensi besar sektor pertanian dan peternakan di Sulawesi Tenggara. Data dari Dinas Pertanian Provinsi Sulawesi Tenggara menunjukkan bahwa sektor pertanian masih menjadi pilar ekonomi utama dengan kontribusi sekitar 24 persen terhadap PDRB regional. Namun, produktivitas dan efisiensi pertanian di daerah ini masih dapat ditingkatkan melalui pendekatan modern dan aplikasi teknologi.
“Kami percaya bahwa lulusan UNMUH Kendari, yang dilengkapi dengan keterampilan dan pengetahuan modern tentang pertanian dan peternakan, akan menjadi agent of change dalam transformasi sektor pertanian di region ini. Fasilitas yang kami bangun adalah platform untuk menghasilkan lulusan yang tidak hanya kompeten, tetapi juga inovatif dan entrepreneurial,” lanjut Dr. Sudirman Musa.
Dampak Positif bagi Sivitas Akademika
Pembangunan infrastruktur ini diharapkan memberikan dampak signifikan bagi peningkatan kualitas pembelajaran dan penelitian. Dengan fasilitas yang lebih modern dan lengkap, mahasiswa akan mendapatkan akses untuk melakukan penelitian yang lebih mendalam dan inovatif. Dosen juga akan memiliki peluang lebih besar untuk melaksanakan penelitian pengembangan yang dapat berkontribusi pada pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi pertanian.
“Ini adalah berita gembira bagi kami sebagai mahasiswa. Selama ini, kami sering kali menghadapi keterbatasan dalam melakukan praktikum karena keterbatasan peralatan dan fasilitas. Dengan adanya fasilitas baru ini, kami yakin bahwa kompetensi yang kami miliki akan meningkat signifikan dan membuat kami lebih siap dalam menghadapi dunia kerja,” ujar Muhammad Rizki, mahasiswa semester enam Program Studi Agronomi, yang menjadi salah satu perwakilan mahasiswa dalam acara peluncuran tersebut.
Bagi dosen, fasilitas ini juga membuka peluang kolaborasi penelitian yang lebih luas dengan institusi penelitian lain, baik lokal maupun nasional. Dr. Ir. Hamzah Tahir, M.Sc., Kepala Program Studi Peternakan, menyatakan bahwa dengan fasilitas kandang ternak modern yang akan dibangun, dia dan tim dosennya berencana melakukan penelitian tentang optimalisasi produksi ternak lokal dan pengembangan produk pangan asal ternak yang bernilai tambah tinggi.
“Kami sudah memiliki jaringan dengan institusi penelitian di Bogor dan Yogyakarta. Dengan fasilitas yang modern, kami akan dapat melaksanakan penelitian kolaboratif yang lebih serius. Target kami adalah menghasilkan publikasi ilmiah internasional dan inovasi yang dapat diterapkan langsung di masyarakat,” jelas Dr. Hamzah Tahir.
Selain itu, pembangunan infrastruktur ini juga diproyeksikan dapat meningkatkan engagement universitas dengan industri dan masyarakat. Unit pengolahan hasil pertanian dan peternakan, misalnya, dapat menjadi pusat demonstrasi dan pelatihan bagi petani dan peternak lokal yang ingin meningkatkan nilai tambah produk mereka.
Pendanaan dan Dukungan Stakeholder
Proyek pembangunan dengan nilai Rp 45 miliar ini didukung oleh sumber pendanaan yang beragam. Sebagian besar pendanaan berasal dari dana operasional universitas yang dialokasikan melalui keputusan Rapat Senat Akademik pada Januari 2025. Selain itu, UNMUH Kendari juga menerima dukungan dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara dalam bentuk bantuan pembangunan infrastruktur pendidikan tinggi sebesar Rp 12 miliar.
“Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara sangat mendukung inisiatif UNMUH Kendari untuk meningkatkan kualitas pendidikan pertanian. Kami percaya bahwa investasi dalam pendidikan adalah investasi terbaik untuk masa depan daerah. Oleh karena itu, kami tidak ragu untuk memberikan kontribusi finansial dalam proyek ini,” ujar Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Tenggara, Ir. Muhammad Darwis, yang juga hadir dalam acara peluncuran.
Sumber pendanaan lainnya berasal dari donor-donor personal dan dukungan dari alumni UNMUH Kendari yang tersebar di berbagai daerah. Selama fase persiapan proyek, universitas melakukan kampanye penggalangan dana dengan menargetkan Rp 8 miliar dari sumber-sumber eksternal ini.
Penutup
Peluncuran proyek pembangunan fasilitas dan infrastruktur Fakultas Pertanian dan Peternakan UNMUH Kendari menandai komitmen serius institusi pendidikan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran dan penelitian. Dengan investasi sebesar Rp 45 miliar dan target penyelesaian dalam dua tahun, universitas berharap dapat menghasilkan lulusan yang tidak hanya memiliki pengetahuan teoritis yang kuat, tetapi juga keterampilan praktis yang relevan dengan kebutuhan industri dan masyarakat.
Pimpinan universitas juga mengundang berbagai pihak, termasuk industri pertanian dan peternakan, lembaga penelitian, dan komunitas petani, untuk terlibat dalam pemanfaatan fasilitas yang akan dibangun ini. Dengan pendekatan kolaboratif ini, diharapkan bahwa investasi infrastruktur ini dapat memberikan manfaat maksimal bagi pengembangan pertanian dan peternakan modern di Sulawesi Tenggara.
Acara peluncuran ditutup dengan peletakan batu pertama untuk konstruksi Gedung Laboratorium Terpadu, yang menandai dimulainya fase eksekusi fisik proyek pembangunan ini. Semua pihak yang hadir, baik pimpinan kampus, dosen, mahasiswa, maupun tamu undangan, menyaksikan momen bersejarah ini dengan antusiasme tinggi.
—
Laporan dari Kendari, Sulawesi Tenggara