Universitas Muhammadiyah Kendari Perkuat Kerjasama Industri Pertanian, Buka Peluang Magang dan Penelitian bagi Mahasiswa
Kendari — Dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan dan relevansi kurikulum dengan kebutuhan industri, Universitas Muhammadiyah Kendari khususnya Fakultas Pertanian dan Peternakan telah menjalin kerjasama strategis dengan berbagai perusahaan dan industri pertanian terkemuka di Sulawesi Tenggara. Langkah ini diambil untuk memastikan lulusan kampus memiliki kompetensi yang sesuai dengan standar industri dan siap menghadapi tantangan dunia kerja.
Kerjasama tersebut mencakup program magang, penelitian bersama, pengembangan kurikulum, dan pelatihan keterampilan praktis bagi mahasiswa. Sebagai kampus dengan fokus pada pembangunan pertanian berkelanjutan di kawasan timur Indonesia, Universitas Muhammadiyah Kendari mengakui pentingnya sinergi antara akademisi dan praktik industri untuk menciptakan generasi profesional di bidang pertanian dan peternakan.
Latar Belakang Kerjasama Strategis
Fakultas Pertanian dan Peternakan Universitas Muhammadiyah Kendari telah beroperasi selama lebih dari satu dekade sebagai lembaga pendidikan yang berkomitmen mengembangkan sumber daya manusia berkualitas di bidang agribisnis, teknologi pertanian, dan peternakan modern. Namun, tantangan yang dihadapi adalah kesenjangan antara teori yang diajarkan di kampus dengan praktik nyata di lapangan industri.
Menurut data Biro Akademik Universitas Muhammadiyah Kendari, tingkat penyerapan lulusan Fakultas Pertanian dan Peternakan mencapai 78 persen dalam waktu enam bulan setelah kelulusan. Meskipun angka ini tergolong baik, masih terdapat ruang untuk peningkatan, khususnya dalam memastikan bahwa mahasiswa memiliki keterampilan praktis yang langsung dapat diterapkan di industri.
“Kami melihat kebutuhan untuk memperkuat hubungan dengan dunia industri agar mahasiswa kami tidak hanya menguasai teori, tetapi juga memiliki pengalaman langsung bekerja di perusahaan-perusahaan pertanian dan peternakan,” ungkap Dr. Ir. Bambang Sutrisno, M.Sc., Dekan Fakultas Pertanian dan Peternakan Universitas Muhammadiyah Kendari, dalam wawancara eksklusif pada Selasa (23 April 2026).
Mitra Industri dan Ruang Lingkup Kerjasama
Hingga saat ini, Fakultas Pertanian dan Peternakan Universitas Muhammadiyah Kendari telah menandatangani Memorandum of Understanding (MOU) dengan lima perusahaan agroindustri besar, antara lain PT Agro Sejahtera Nusantara, CV Ternak Modern Indonesia, Koperasi Tani Sejati Sulawesi Tenggara, Asosiasi Petani Organik Kendari, dan PT Technofarm Solutions Indonesia. Selain itu, kampus juga membuka peluang kerjasama dengan UMKM lokal yang bergerak di sektor pertanian dan peternakan.
Ruang lingkup kerjasama mencakup beberapa aspek strategis. Pertama, program magang terstruktur dengan durasi tiga hingga enam bulan bagi mahasiswa semester lima dan enam. Program ini dirancang agar mahasiswa dapat langsung terlibat dalam operasional perusahaan sambil di bawah bimbingan mentor profesional dari industri.
Kedua, penelitian bersama antara dosen Universitas Muhammadiyah Kendari dan peneliti perusahaan mitra. Penelitian ini fokus pada pengembangan teknologi pertanian berkelanjutan, inovasi produk peternakan, dan optimalisasi sistem produksi yang ramah lingkungan. Hasil penelitian diharapkan dapat dipublikasikan dalam jurnal ilmiah dan diterapkan langsung di lapangan.
Ketiga, pengembangan kurikulum yang melibatkan praktisi industri. Setiap tahun akademik, tim kurikulum Fakultas Pertanian dan Peternakan melibatkan profesional dari perusahaan mitra untuk mengevaluasi dan menyesuaikan materi pembelajaran dengan tren dan kebutuhan terkini di industri.
Keempat, program pelatihan dan workshop gratis bagi mahasiswa dengan topik-topik praktis seperti penggunaan teknologi pertanian precision farming, manajemen peternakan modern, dan pemasaran produk pertanian digital. Pelatihan ini biasanya diselenggarakan di akhir semester sebagai bagian dari kurikulum tambahan.
Kelima, pemberian beasiswa dan insentif kepada mahasiswa berprestasi yang tertarik untuk melanjutkan karir di perusahaan mitra setelah lulus. Beberapa perusahaan mitra juga menawarkan program rekrutmen langsung dengan kesempatan kepada mahasiswa untuk bergabung dengan tim mereka.
Perspektif Universitas terhadap Kerjasama
Dr. Ir. Bambang Sutrisno menekankan bahwa kerjasama dengan industri bukan sekadar tren, melainkan keharusan dalam pendidikan tinggi modern. “Universitas yang tidak terhubung dengan industri akan menghasilkan lulusan yang tertinggal zaman. Kami ingin mahasiswa kami tidak hanya belajar teori, tetapi juga memahami realitas bisnis, tantangan lapangan, dan solusi praktis,” ujarnya.
Lebih lanjut, dekan tersebut menjelaskan bahwa kerjasama ini juga membawa manfaat signifikan bagi kampus sendiri. “Dengan bekerja sama dengan industri, kami mendapatkan insight berharga tentang skill apa yang paling dibutuhkan, sehingga kami dapat menyesuaikan pembelajaran kami. Selain itu, dosen-dosen kami juga berkesempatan untuk melakukan riset yang aplikatif dan berdampak langsung pada industri,” tambahnya.
Wakil Rektor Bidang Akademik, Prof. Dr. Andi Hasanuddin, M.Pd., juga memberikan perspektif strategis tentang inisiatif ini. “Kerjasama dengan industri adalah bagian integral dari visi Universitas Muhammadiyah Kendari untuk menjadi kampus yang relevan dan kompetitif di tingkat nasional. Kami percaya bahwa pembangunan pertanian dan peternakan berkelanjutan di kawasan timur Indonesia sangat membutuhkan SDM yang berkualitas dan siap terjun ke lapangan,” katanya dalam kesempatan lain.
Dampak terhadap Mahasiswa dan Pembelajaran
Mahasiswa Fakultas Pertanian dan Peternakan Universitas Muhammadiyah Kendari merespons positif adanya kerjasama ini. Rafli Hermawan, mahasiswa semester enam Program Studi Agribisnis, menceritakan pengalamannya menjalani magang di PT Agro Sejahtera Nusantara selama enam bulan. “Saya belajar banyak tentang bagaimana mengelola perkebunan modern dengan teknologi precision farming. Teori yang saya pelajari di kelas menjadi lebih bermakna ketika saya praktikkan langsung di lapangan. Para mentor di perusahaan sangat membimbing dan memberikan pengalaman yang sangat berharga,” ungkapnya antusias.
Sementara itu, Siti Nurhaliza, mahasiswa semester lima Program Studi Peternakan, mengungkapkan antusiasmenya terhadap program pelatihan yang disponsori perusahaan mitra. “Workshop tentang manajemen peternakan modern yang diselenggarakan CV Ternak Modern Indonesia membuka mata saya tentang inovasi-inovasi terbaru dalam peternakan. Ini membuat saya semakin yakin untuk bekerja di industri ini setelah lulus,” ujarnya.
Dampak pembelajaran juga terlihat dari peningkatan nilai Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) mahasiswa yang terlibat dalam program magang dan pelatihan. Data dari Biro Akademik menunjukkan bahwa mahasiswa yang mengikuti program magang terstruktur memiliki rata-rata IPK 3,65 dari skala 4,0, lebih tinggi dibandingkan dengan mahasiswa yang tidak mengikuti program tersebut (rata-rata 3,42).
Perspektif dari Mitra Industri
Dukungan dari mitra industri juga sangat kuat. Ir. Salim Usman, Direktur PT Agro Sejahtera Nusantara, menjelaskan motivasi perusahaannya berkolaborasi dengan Universitas Muhammadiyah Kendari. “Kami membutuhkan tenaga kerja muda yang tidak hanya memiliki pengetahuan teoritis, tetapi juga pemahaman mendalam tentang operasional nyata. Dengan bekerja sama dengan kampus, kami bisa mengidentifikasi talenta muda sejak dini dan memberikan mereka pelatihan sesuai standar perusahaan kami,” ungkapnya.
Dia juga menambahkan bahwa program penelitian bersama telah menghasilkan inovasi yang menguntungkan bagi perusahaan. “Kami pernah berkolaborasi dengan dosen Universitas Muhammadiyah Kendari dalam mengembangkan teknik pengendalian hama organik yang lebih efisien. Hasilnya, biaya produksi kami turun signifikan sambil meningkatkan kualitas produk. Ini adalah win-win solution yang kami cari,” jelas Ir. Salim Usman.
Demikian pula dengan CV Ternak Modern Indonesia yang dipimpin oleh Hendra Wijaya. “Kami sangat menghargai komitmen Universitas Muhammadiyah Kendari dalam mengembangkan SDM yang siap kerja. Mahasiswa yang kami terima untuk magang sudah memiliki dasar pengetahuan yang solid, sehingga kami tinggal memberikan pelatihan praktis dan teknis,” ungkapnya.
Tantangan dan Rencana Pengembangan
Meski kerjasama ini berjalan baik, tidak berarti tanpa tantangan. Dr. Bambang Sutrisno mengakui beberapa hambatan yang masih harus diatasi. “Tantangan utama adalah koordinasi jadwal antara akademik dan industri. Mahasiswa memiliki kewajiban di kampus, sementara industri membutuhkan waktu yang cukup banyak untuk melatih dan mendapatkan manfaat maksimal dari kehadiran mahasiswa magang,” jelasnya.
Selain itu, keterbatasan dana juga menjadi tantangan. “Program pelatihan dan workshop membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Meskipun perusahaan mitra sudah banyak membantu, universitas juga perlu mengalokasikan anggaran signifikan untuk memastikan program berjalan dengan baik,” tambahnya.
Untuk mengatasi tantangan ini, kampus telah merumuskan rencana pengembangan ke depan. “Kami merencanakan untuk menambah jumlah perusahaan mitra dari lima menjadi sepuluh perusahaan dalam dua tahun ke depan. Kami juga akan membuat sistem informasi terintegrasi yang memudahkan koordinasi antara kampus dan industri mitra. Selain itu, kami sedang mengupayakan peningkatan dana untuk program pelatihan dan penelitian melalui diversifikasi sumber pendanaan,” papar Prof. Andi Hasanuddin.
Harapan untuk Masa Depan
Universitas Muhammadiyah Kendari memiliki visi ambisius untuk menjadi kampus yang tidak hanya menghasilkan lulusan berkualitas, tetapi juga menjadi mitra inovasi bagi industri pertanian dan peternakan di Sulawesi Tenggara. “Kami ingin kampus kami dikenal sebagai inkubator inovasi pertanian berkelanjutan yang sekaligus menjadi sumber talent bagi industri,” kata Dr. Bambang Sutrisno.
Rencana jangka panjang juga mencakup pengembangan entrepreneurship center khusus untuk mendukung mahasiswa yang ingin memulai bisnis di bidang pertanian dan peternakan. “Tidak semua lulusan kami harus bekerja di perusahaan besar. Kami juga ingin mendorong mahasiswa untuk menjadi entrepreneur yang menciptakan nilai tambah di bidang pertanian,” jelasnya.
Kesimpulan
Kerjasama strategis yang dijalin Universitas Muhammadiyah Kendari khususnya Fakultas Pertanian dan Peternakan dengan berbagai perusahaan dan industri merupakan langkah positif dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan relevansi kurikulum. Melalui program magang, penelitian bersama, pengembangan kurikulum, dan pelatihan keterampilan, mahasiswa dibekali dengan kompetensi praktis yang dibutuhkan industri.
Respons positif dari mahasiswa dan mitra industri menunjukkan bahwa inisiatif ini memiliki dampak signifikan terhadap pembelajaran dan pengembangan karir. Meski masih terdapat tantangan yang perlu diatasi, komitmen kampus dan dukungan dari mitra industri memberikan harapan bahwa kerjasama ini akan terus berkembang dan memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan sektor pertanian dan peternakan di Sulawesi Tenggara.
Dengan terus memperkuat sinergi dengan dunia industri, Universitas Muhammadiyah Kendari diharapkan dapat terus menghasilkan lulusan yang tidak hanya berkompeten secara akademis, tetapi juga siap dan mampu berkontribusi nyata dalam pembangunan pertanian berkelanjutan di kawasan timur Indonesia.
—
Penulis: [Nama Jurnalis Kampus]
Kendari, 23 April 2026