KENDARI — Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Pertanian dan Peternakan Universitas Muhammadiyah Kendari resmi meluncurkan program inisiatif “Agen Perubahan Agribisnis” pada hari Sabtu, 19 April 2026, di Aula Fakultas Pertanian dan Peternakan UNISMUH Kendari. Program komprehensif ini dirancang sebagai wujud komitmen mahasiswa dalam mendorong transformasi digital dan inovasi pertanian modern di wilayah Sulawesi Tenggara.
Peluncuran program yang dihadiri oleh ratusan mahasiswa, dosen, petani lokal, dan perwakilan instansi terkait ini menandai momentum penting bagi organisasi kemahasiswaan di Universitas Muhammadiyah Kendari. Inisiatif ini merupakan hasil dari perencanaan matang selama empat bulan terakhir, melibatkan kolaborasi lintas departemen akademik dan dengan berbagai kelompok tani di sekitar Kendari.
Latar Belakang dan Visi Program
Pertanian tetap menjadi sektor strategis dalam perekonomian Sulawesi Tenggara, khususnya di wilayah Kendari dan sekitarnya. Namun, tantangan modernisasi dan rendahnya adopsi teknologi pertanian masih menjadi permasalahan utama yang dihadapi oleh petani lokal. Kesadaran akan problematika ini mendorong BEM Fakultas Pertanian dan Peternakan untuk mengambil peran aktif dalam memberikan solusi konkret.
“Kami melihat bahwa gap antara ilmu yang dipelajari di kampus dengan realitas di lapangan masih sangat besar. Oleh karena itu, program ‘Agen Perubahan Agribisnis’ kami dirancang tidak hanya sebagai kegiatan kampus biasa, melainkan sebagai jembatan nyata antara akademisi dan komunitas pertanian,” ungkap Muhammad Rizki Pratama, Ketua BEM Fakultas Pertanian dan Peternakan UNISMUH Kendari, dalam sambutan pembukaan acara.
Program ini secara operasional akan dibagi menjadi tiga pilar utama: edukasi digital pertanian, pendampingan teknis lapangan, dan pemberdayaan ekonomi petani melalui pemasaran produk pertanian berbasis teknologi. Setiap pilar dirancang untuk memberikan dampak langsung dan terukur bagi komunitas pertani yang menjadi target program.
Komponen Program dan Mekanisme Pelaksanaan
Pilar pertama, yakni edukasi digital pertanian, akan melibatkan serangkaian workshop dan seminar yang diselenggarakan secara berkala di berbagai desa dan kelompok tani. Topik yang diangkat mencakup penggunaan aplikasi manajemen pertanian, hidroponik modern, pemanfaatan pupuk organik, dan analisis pasar berbasis data. Workshop ini akan dipandu oleh mahasiswa senior dari Fakultas Pertanian dan Peternakan yang telah mendapatkan pelatihan khusus.
“Kami telah merekrut 45 mahasiswa sebagai fasilitator atau ‘agen perubahan’ yang akan tersebar di 15 kelompok tani di wilayah Kendari dan Kecamatan Baruga. Setiap fasilitator akan melakukan pendampingan mingguan selama satu tahun akademik,” jelas Siti Nur Azizah, Sekretaris BEM dan koordinator program, dalam sesi presentasi detail program.
Pilar kedua berfokus pada pendampingan teknis lapangan. Para mahasiswa akan terlibat langsung dalam kegiatan di lahan pertanian, memberikan konsultasi real-time mengenai praktik-praktik pertanian berkelanjutan, pengelolaan hama terpadu, dan optimalisasi hasil panen. Program ini juga akan mencakup observasi dan dokumentasi kesuksesan praktik terbaik yang dapat disebarkan ke kelompok tani lainnya.
Adapun pilar ketiga, pemberdayaan ekonomi, akan memanfaatkan platform digital e-commerce dan media sosial untuk memasarkan produk-produk pertanian dari petani lokal. BEM berkomitmen untuk membantu petani dalam membangun brand awareness dan menciptakan jaringan pemasaran yang lebih luas, sehingga produk-produk pertanian lokal Kendari dapat menjangkau pasar regional bahkan nasional.
“Kami akan membuat website dan aplikasi khusus ‘Kendari Agribisnis Terpadu’ yang menghubungkan petani langsung dengan pembeli. Ini bukan hanya tentang penjualan produk, tetapi tentang menciptakan ekosistem pertanian yang lebih sehat dan berkelanjutan,” tambah Siti Nur Azizah dengan antusias.
Dukungan Institusional dan Apresiasi Pimpinan Kampus
Kehadiran Dekan Fakultas Pertanian dan Peternakan, Prof. Dr. Ir. Bambang Setiawan, M.Sc., dalam acara peluncuran menunjukkan komitmen institusional UNISMUH Kendari terhadap program ini. Dalam pidatonya, Prof. Bambang mengapresiasi inisiatif BEM dan menekankan pentingnya keterlibatan mahasiswa dalam pengabdian kepada masyarakat.
“Saya sangat terkesan dengan matangnya perencanaan program ini. Ini bukan hanya menunjukkan dedikasi BEM, tetapi juga mencerminkan nilai-nilai inti Muhammadiyah yang mendorong mahasiswa untuk menjadi agen perubahan sosial. Universitas sepenuhnya mendukung inisiatif ini dengan menyediakan sumber daya dan fasilitasi yang diperlukan,” ujar Prof. Bambang Setiawan dalam pidato resminya.
Lebih lanjut, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni UNISMUH Kendari, Dr. H. Muh. Yunus, M.Pd., juga hadir dan memberikan sambutan yang sangat mendukung. “Program ini sejalan dengan visi UNISMUH Kendari untuk menjadi universitas yang tidak hanya unggul dalam pendidikan, tetapi juga dalam kontribusi nyata kepada pembangunan daerah. Kami harap program ini dapat menjadi model yang dapat ditiru oleh organisasi mahasiswa lainnya di universitas ini,” katanya.
Selain pimpinan kampus, program ini juga mendapatkan dukungan dari Dinas Pertanian Sulawesi Tenggara, yang diwakili oleh Kepala Bidang Penyuluhan Pertanian, Ir. Hasanuddin, M.P. “Kolaborasi antara perguruan tinggi, organisasi mahasiswa, dan dinas pertanian adalah kunci kesuksesan transformasi pertanian modern. Kami berkomitmen untuk memberikan data pasar dan dukungan teknis dalam pelaksanaan program ini,” ujar Hasanuddin.
Respons Petani Lokal dan Harapan Masa Depan
Tidak hanya mendapat dukungan dari institusi pendidikan dan pemerintah, program “Agen Perubahan Agribisnis” juga disambut dengan antusiasme tinggi oleh komunitas petani lokal. Ketua Kelompok Tani Makmur Jaya dari Desa Alalipan, Bapak Suratman (58 tahun), salah satu petani yang akan menjadi mitra program, menyatakan harapannya yang besar.
“Selama ini kami kesulitan untuk mengadopsi teknologi pertanian terbaru karena minimnya akses informasi dan biaya yang mahal. Dengan adanya program ini, kami berharap dapat meningkatkan produktivitas lahan dan pendapatan keluarga. Saya juga sangat senang karena ini melibatkan generasi muda dari kampus yang punya semangat tinggi untuk membantu kami,” ungkap Bapak Suratman dengan senyuman harapan.
Ibu Siti Mariam (52 tahun), seorang petani perempuan dari Kelompok Tani Berkah Bersama, juga mengekspresikan optimismenya. “Saya harap program ini dapat membuka peluang bagi perempuan petani untuk lebih aktif dalam pemasaran dan pengambilan keputusan ekonomi. Kami sudah terlalu lama tertinggal,” katanya penuh harapan.
Rencana Operasional dan Target Capaian
Berdasarkan presentasi detail yang diberikan dalam acara peluncuran, program “Agen Perubahan Agribisnis” memiliki target capaian yang ambisius namun realistis. Dalam tahun pertama pelaksanaan, BEM menargetkan:
1. Melibatkan minimal 450 petani dari 15 kelompok tani
2. Menyelenggarakan 60 workshop dan seminar dengan total peserta 1.500 orang
3. Meningkatkan adopsi teknologi pertanian modern di 80 persen kelompok tani mitra
4. Membangun platform e-commerce dan memasarkan 30 jenis produk pertanian lokal
5. Meningkatkan produktivitas lahan pertanian rata-rata 25 persen
6. Meningkatkan pendapatan petani minimal 20 persen dalam satu tahun
Target ini akan dievaluasi secara berkala setiap kuartal dengan melibatkan semua stakeholder. BEM juga akan membuat laporan transparansi yang dapat diakses oleh publik untuk memastikan akuntabilitas program.
Tantangan dan Komitmen Berkelanjutan
Meskipun program ini terlihat komprehensif dan mendapat dukungan luas, Muhammad Rizki Pratama mengakui bahwa akan ada berbagai tantangan dalam pelaksanaannya. “Kami menyadari bahwa perubahan perilaku petani memerlukan waktu. Ada juga tantangan infrastruktur dan konektivitas internet yang belum merata di daerah terpencil. Namun, dengan komitmen penuh dari seluruh anggota BEM dan dukungan dari berbagai pihak, kami yakin tantangan-tantangan ini dapat diatasi,” ujarnya.
Program ini juga akan melibatkan organisasi mahasiswa lainnya di UNISMUH Kendari, seperti Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Agronomi, HMPS Peternakan, dan organisasi-organisasi berbasis minat lainnya. Kolaborasi lintas organisasi ini diharapkan dapat memperkuat momentum dan meningkatkan efektivitas program.
Penutup: Harapan untuk Masa Depan Pertanian Kendari
Peluncuran program “Agen Perubahan Agribisnis” pada 19 April 2026 ini menandai awal dari era baru keterlibatan organisasi kemahasiswaan dalam pembangunan daerah. Inisiatif BEM Fakultas Pertanian dan Peternakan UNISMUH Kendari ini membuktikan bahwa mahasiswa bukan hanya penerima ilmu, tetapi juga agen perubahan yang dapat memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat.
Dengan dukungan institusional, partisipasi aktif petani, dan semangat tinggi para mahasiswa fasilitator, program ini diharapkan dapat menjadi katalis transformasi pertanian di Sulawesi Tenggara. Tidak hanya itu, program ini juga menjadi contoh baik bagaimana universitas dapat menjadi pusat inovasi dan pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan.
Sebagaimana dinyatakan oleh Muhammad Rizki Pratama dalam penutup acara, “Kami tidak hanya ingin berbicara tentang perubahan, tetapi ingin mewujudkannya bersama-sama. Melalui program ini, kami berkomitmen bahwa generasi pertanian Kendari akan lebih modern, lebih sejahtera, dan lebih berkelanjutan. Ini adalah kontribusi kami untuk negara dan masyarakat Sulawesi Tenggara.”
Momentum ini diharapkan menjadi awal dari serangkaian program-program inovatif lainnya dari organisasi mahasiswa di UNISMUH Kendari. Dengan terus berinovasi dan berkolaborasi, universitas ini dapat memainkan peran yang lebih signifikan dalam mendorong pembangunan berkelanjutan di wilayah Kendari dan sekitarnya.
—
Narasumber:
– Muhammad Rizki Pratama (Ketua BEM Fakultas Pertanian dan Peternakan)
– Siti Nur Azizah (Sekretaris BEM dan Koordinator Program)
– Prof. Dr. Ir. Bambang Setiawan, M.Sc. (Dekan Fakultas Pertanian dan Peternakan)
– Dr. H. Muh. Yunus, M.Pd. (Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni)
– Ir. Hasanuddin, M.P. (Kepala Bidang Penyuluhan Pertanian Dinas Pertanian Sulawesi Tenggara)
– Bapak Suratman (Ketua Kelompok Tani Makmur Jaya)
– Ibu Siti Mariam (Petani Kelompok Tani Berkah Bersama)