Latar Belakang Prestasi Gemilang
Kendari, 11 April 2026 — Universitas Muhammadiyah Kendari kembali membuktikan komitmennya dalam menghasilkan lulusan berkualitas tinggi. Kali ini, prestasi gemilang diraih oleh mahasiswa Fakultas Pertanian dan Peternakan (FPP) yang berhasil meraih medali emas di ajang bergengsi Asia Pasifik Agricultural Innovation Competition (APAIC) 2026, yang diselenggarakan di Bangkok, Thailand, pada 8-10 April lalu.
Pencapaian luar biasa ini bukan hanya sekadar penghargaan biasa, melainkan hasil dari kerja keras, dedikasi, dan inovasi yang telah dimulai sejak semester awal tahun akademik 2025-2026. Delegasi Universitas Muhammadiyah Kendari yang terdiri dari lima mahasiswa berprestasi berhasil mengalahkan lebih dari 120 tim peserta dari 18 negara di kawasan Asia Pasifik.
Tim pemenang tersebut terdiri dari Moh. Irfan Nurrahman (semester VI, program studi Agribisnis), Siti Nurhaliza (semester VI, program studi Peternakan), Basuki Haryanto (semester VIII, program studi Agroteknologi), Devi Susanti (semester IV, program studi Agribisnis), dan Muhammad Rizki Pratama (semester V, program studi Peternakan). Kelima mahasiswa ini berhasil mempresentasikan riset inovatif mereka dengan tema “Sustainable Aquaculture System Integration: Dari Lahan Marginal Menuju Ketahanan Pangan Nasional.”
Inovasi Cemerlang yang Mengagumkan Juri Internasional
Karya inovasi yang dikembangkan oleh tim mahasiswa ini menawarkan solusi revolusioner untuk mengatasi tantangan ketahanan pangan di era modern. Mereka menciptakan sistem akuakultur berkelanjutan yang terintegrasi dengan teknologi IoT (Internet of Things) dan pertanian vertikal, khususnya disesuaikan dengan kondisi lahan marginal di wilayah Sulawesi Tenggara.
“Kami mengembangkan sistem yang mampu memanfaatkan lahan yang sebelumnya tidak produktif menjadi area budidaya yang efisien dan ramah lingkungan. Teknologi yang kami tawarkan dapat meningkatkan produksi ikan air tawar hingga 300 persen dalam area yang sama dibandingkan sistem konvensional,” menjelaskan Moh. Irfan Nurrahman, ketua tim penelitian, saat diwawancarai di Kantor Dekanat FPP Unismuh Kendari pada Sabtu, 11 April 2026.
Inovasi ini melibatkan integrasi berbagai komponen teknologi canggih yang mudah diakses dan dapat diimplementasikan oleh petani lokal dengan modal relatif terjangkau. Sistem monitoring berbasis aplikasi mobile memungkinkan petani untuk mengontrol kualitas air, pemberian pakan, dan pendeteksian penyakit ikan secara real-time dari mana saja.
Siti Nurhaliza, yang bertanggung jawab pada aspek nutrisi dan kesehatan ternak air, menambahkan: “Kami juga mengembangkan formulasi pakan organik berbasis limbah pertanian lokal yang tidak hanya ekonomis tetapi juga berkelanjutan. Hasilnya, hasil panen lebih berkualitas tinggi tanpa mengurangi kesejahteraan hewan.”
Penelitian ini didukung penuh oleh Laboratorium Akuakultur dan Peternakan Terpadu (LAPT) Fakultas Pertanian dan Peternakan Unismuh Kendari, yang telah dilengkapi dengan peralatan modern senilai miliaran rupiah dalam tiga tahun terakhir.
Dukungan Penuh dari Institusi
Rektor Universitas Muhammadiyah Kendari, Prof. Dr. H. Mahpuddin, M.Si., menyatakan bangga atas pencapaian spektakuler yang diraih oleh mahasiswa berprestasi ini. Dalam pernyataan resminya, Rektor Mahpuddin menekankan bahwa prestasi internasional ini merupakan bukti nyata komitmen universitas dalam mengembangkan pendidikan tinggi berkualitas yang berorientasi pada inovasi dan pemberdayaan masyarakat.
“Prestasi ini membuktikan bahwa meskipun kami adalah universitas swasta di daerah, tetapi tidak ada batasan untuk bersaing di tingkat internasional. Mahasiswa-mahasiswa kami telah menunjukkan bahwa mereka memiliki kemampuan intelektual dan kreativitas setara dengan mahasiswa dari universitas-universitas terkemuka di dunia,” ujar Prof. Mahpuddin dalam keterangan resmi yang diterima redaksi pada Kamis, 10 April 2026.
Dekan Fakultas Pertanian dan Peternakan Unismuh Kendari, Dr. H. Suryanto, M.P., juga memberikan apresiasi tinggi atas dedikasi tim mahasiswa berprestasi dan dosen pembimbing mereka. “Pencapaian ini bukan kebetulan semata, melainkan hasil dari sistem pendidikan yang kami bangun dengan melibatkan mahasiswa secara aktif dalam riset dan pengembangan sejak awal studi mereka. Kami percaya bahwa mahasiswa harus belajar sambil berbuat dan berinovasi,” ungkap Dr. Suryanto.
Proses Panjang Menuju Medali Emas
Perjalanan menuju medali emas bukanlah yang mudah. Kelima mahasiswa tersebut telah melewati serangkaian seleksi ketat, mulai dari tingkat internal kampus, tingkat nasional, hingga lolos sebagai perwakilan Indonesia untuk berkompetisi di tingkat internasional.
Proses riset mereka dimulai sejak Agustus 2025, ketika mereka masih mengikuti perkuliahan reguler. Dengan bimbingan intensif dari lima dosen pembimbing utama — Dr. Eka Prasetya Wibawa (Teknologi Akuakultur), Prof. Dr. Haji Ahmad Setiawan, M.S. (Manajemen Sumber Daya Alam), Dr. Suhardi, M.Agr. (Agribisnis), Ir. Widodo, M.Sc. (Sistem Irigasi), dan Dr. Lilik Sutrisno, M.Vet. (Kesehatan Hewan) — mereka mengembangkan konsep, melakukan riset lapangan, dan merancang prototipe.
“Kami tidak hanya belajar dari buku atau teori di kelas. Kami langsung terjun ke lapangan, bertemu dengan petani lokal, memahami masalah mereka, dan kemudian mencari solusi yang tepat dan berkelanjutan,” cerita Basuki Haryanto, yang fokus pada aspek teknis dan engineering sistem.
Selama enam bulan pengembangan, tim ini menghabiskan rata-rata 6-8 jam per hari di laboratorium dan di lapangan. Mereka melakukan uji coba di beberapa lokasi di Sulawesi Tenggara, termasuk di Kecamatan Abeli, Konawe, dan Kolaka, melibatkan puluhan petani lokal sebagai mitra penelitian mereka.
Kompetisi Sengit di Tingkat Internasional
Ajang Asia Pasifik Agricultural Innovation Competition (APAIC) 2026 yang diselenggarakan di Bangkok Convention Center merupakan salah satu kompetisi inovasi pertanian paling prestisius di kawasan Asia Pasifik. Event ini diikuti oleh mahasiswa dan peneliti muda dari universitas-universitas terkemuka seperti University of the Philippines, Thai Agricultural University, Universitas Indonesia, Universitas Gadjah Mada, dan ratusan institusi pendidikan lainnya.
Pada fase presentasi di hadapan panel juri internasional yang terdiri dari praktisi pertanian, akademisi, dan investor dari berbagai negara, tim Unismuh Kendari berhasil menunjukkan kemampuan mereka. Presentasi mereka dalam bahasa Inggris dengan slide yang menarik dan demo prototipe digital berhasil memikat perhatian juri.
“Juri sangat terkesan dengan pendekatan holistik yang kami tawarkan. Kami tidak hanya fokus pada produktivitas, tetapi juga mempertimbangkan aspek keberlanjutan lingkungan, ekonomi petani lokal, dan pemberdayaan masyarakat,” jelas Muhammad Rizki Pratama, yang menjadi presenter utama dalam presentasi bahasa Inggris.
Dalam setiap fase kompetisi, tim ini harus bersaing ketat. Di fase semi-final, mereka berhadapan dengan tim dari Universitas Pertanian Thailand yang sudah memiliki fasilitas penelitian jauh lebih canggih. Namun, kualitas riset, originalitas ide, dan potensi implementasi praktis membuat mereka berhasil lolos.
Di fase final, tim Unismuh Kendari menjadi satu dari tiga finalis bersama tim dari Universitas Padjadjaran dan tim dari University of the Philippines. Dalam pertentangan seru, inovasi dari Kendari ini berhasil memenangkan hati juri dan meraih medali emas dengan skor 94 dari 100.
Dampak Signifikan bagi Universitas dan Daerah
Pencapaian gemilang ini berdampak signifikan tidak hanya bagi universitas, tetapi juga bagi pengembangan pertanian dan peternakan di Sulawesi Tenggara secara umum. Universitas Muhammadiyah Kendari kini semakin dikenal di tingkat internasional sebagai institusi yang mampu menghasilkan inovasi pertanian yang berkelanjutan.
“Prestasi ini akan membuka peluang kerja sama dengan universitas dan lembaga penelitian internasional. Kami sudah menerima inquiry dari dua universitas di Malaysia dan satu di Singapura yang tertarik untuk berkolaborasi dalam pengembangan lebih lanjut teknologi ini,” ungkap Dekan Suryanto dengan antusiasme.
Tidak hanya itu, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara juga telah menunjukkan minat untuk mendukung implementasi teknologi inovasi ini di berbagai kabupaten. Kepala Dinas Pertanian Provinsi Sulawesi Tenggara, Ir. H. Bambang Sutrisno, M.Sc., menyatakan bahwa provinsi akan mengalokasikan dana untuk pilot project implementasi sistem akuakultur berkelanjutan ini di tiga kabupaten.
“Inovasi yang dikembangkan mahasiswa Unismuh Kendari ini sangat relevan dengan program pengembangan pertanian berkelanjutan yang kami lakukan. Kami lihat potensi besar untuk meningkatkan produksi pangan dan pendapatan petani lokal,” jelas Ir. H. Bambang Sutrisno dalam pernyataan tertulis kepada media massa.
Rencana Pengembangan dan Komersialisasi
Tim mahasiswa berprestasi ini tidak hanya berhenti di pencapaian kompetisi. Mereka sudah memulai proses untuk mengajukan paten atas inovasi mereka melalui Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual Indonesia. Selain itu, mereka juga sedang mempersiapkan diri untuk mengubah inovasi ini menjadi produk atau layanan yang dapat dipasarkan.
“Kami berencana untuk membentuk startup berbasis teknologi pertanian dalam waktu dekat. Nama yang kami rencanakan adalah ‘SustainAqua Indonesia,’ dengan visi menjadi leading provider solusi akuakultur berkelanjutan di Asia Pasifik,” ucapan Moh. Irfan Nurrahman mengenai rencana jangka panjang timnya.
Universitas Muhammadiyah Kendari juga telah menyediakan inkubator bisnis dan mendukung mahasiswa untuk mengikuti program akselerator startup di tingkat nasional. Beberapa investor lokal dan nasional sudah menunjukkan minat untuk mendukung inisiatif komersial ini.
Motivasi bagi Mahasiswa Lain
Pencapaian luar biasa ini juga menjadi inspirasi dan motivasi bagi ribuan mahasiswa lain di Universitas Muhammadiyah Kendari. Kampus telah menyelenggarakan talkshow dan workshop khusus untuk menginformasikan kepada mahasiswa tentang bagaimana mereka dapat berkontribusi dalam inovasi dan penelitian.
“Kesuksesan rekan-rekan kami membuktikan bahwa prestasi internasional bukan lagi impian yang mustahil. Dengan dedikasi, kerja keras, dan dukungan dari dosen dan universitas, kami semua bisa mencapai hal-hal luar biasa,” ungkapan salah satu mahasiswa semester III Agribisnis, Nur Aini, yang tertarik untuk bergabung dalam tim penelitian berikutnya.
Penutup: Langkah Awal Menuju Prestasi Berkelanjutan
Medali emas yang diraih oleh tim mahasiswa Fakultas Pertanian dan Peternakan Universitas Muhammadiyah Kendari di Asia Pasifik Agricultural Innovation Competition 2026 bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan awal dari babak baru dalam sejarah akademik universitas. Prestasi ini menunjukkan bahwa institusi pendidikan di daerah, dengan komitmen yang kuat dan sistem yang tepat, mampu bersaing dengan universitas-universitas terkemuka di dunia.
Bagi kelima mahasiswa berprestasi ini, kesuksesan ini adalah hasil dari kerja keras, keberanian berinovasi, dan dukungan penuh dari institusi. Ke depannya, mereka akan terus mengembangkan inovasi ini untuk memberikan dampak nyata bagi masyarakat, khususnya petani lokal yang bergulat dengan tantangan pertanian modern.
Universitas Muhammadiyah Kendari berkomitmen untuk terus mendorong budaya riset dan inovasi di kalangan mahasiswa. Dengan terus menginvestasikan sumber daya pada fasilitas penelitian, pembimbingan dosen yang berkualitas, dan keterlibatan aktif mahasiswa dalam program-program inovasi, universitas yakin dapat menghasilkan lebih banyak inovasi yang bermanfaat bagi bangsa dan dunia.
Prestasi gemilang ini juga menjadi momentum bagi Universitas Muhammadiyah Kendari untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat dalam visi menjadi universitas pilihan yang menghasilkan lulusan kompeten dan berkarakter, serta inovasi yang bermakna untuk kemajuan masyarakat.
—
Redaksi: 11 April 2026 | Kendari