KENDARI — Fakultas Pertanian dan Peternakan Universitas Muhammadiyah Kendari meraih pencapaian luar biasa dalam rangkaian kegiatan Festival Olahraga dan Seni Budaya Mahasiswa 2026 yang diselenggarakan pada 10-15 April 2026 di berbagai venue kampus. Acara tersebut menampilkan partisipasi aktif lebih dari 500 mahasiswa dari seluruh program studi, menunjukkan komitmen institusi dalam mengembangkan soft skill dan potensi non-akademik generasi muda.
Momentum penting ini menandai kembalinya pelaksanaan festival olahraga dan seni budaya secara komprehensif setelah tiga tahun sebelumnya mengalami keterbatasan akibat pandemi. Dengan antusiasme tinggi, mahasiswa Fakultas Pertanian dan Peternakan tidak hanya menjadi penonton, tetapi turut serta secara aktif dalam berbagai cabang olahraga tradisional, modern, serta perlombaan seni dan budaya yang menggambarkan kekayaan Sulawesi Tenggara.
Partisipasi Masif dan Semangat Kompetisi
Data yang dihimpun dari panitia penyelenggara menunjukkan bahwa Fakultas Pertanian dan Peternakan mengirimkan delegasi terbesar kedua setelah Fakultas Teknik. Terdapat 87 mahasiswa yang terdaftar sebagai peserta aktif dalam berbagai cabang, baik dari program studi Agronomi, Peternakan, Teknologi Hasil Pertanian, maupun Manajemen Sumber Daya Perairan.
“Kami sangat bangga melihat antusiasme mahasiswa dari semua program studi di Fakultas Pertanian dan Peternakan. Mereka tidak hanya berkompetisi untuk meraih medali, tetapi juga menjadi duta yang menunjukkan bahwa mahasiswa pertanian bukan hanya pintar di bidang sains, tetapi juga memiliki kemampuan atletik dan seni yang sama kuatnya,” ujar Dr. Ir. Hasnawi Usman, M.Sc., Dekan Fakultas Pertanian dan Peternakan Unismuh Kendari, dalam sesi pembukaan resmi festival pada Kamis, 10 April 2026.
Dekan Hasnawi Usman menambahkan bahwa keikutsertaan aktif mahasiswa dalam kegiatan ekstrakurikuler olahraga dan seni budaya merupakan bagian integral dari misi fakultas untuk menghasilkan lulusan yang komprehensif dan berkarakter. “Olahraga dan seni adalah media pembelajaran yang sangat efektif untuk membangun soft skill seperti kerja sama tim, kepemimpinan, disiplin, dan resiliensi. Hal-hal ini sama pentingnya dengan penguasaan teori agronomis atau teknik peternakan modern,” tambahnya.
Cabang Olahraga yang Menjadi Sorotan
Dalam kategori olahraga bola besar, mahasiswa dari program studi Peternakan berhasil meraih juara umum dalam kompetisi sepak bola putra. Tim yang dilatih oleh Eka Suryanto, seorang alumni fakultas yang kini menjadi pelatih resmi, menampilkan pertandingan yang sangat kompetitif dengan taktik pertahanan yang solid dan serangan yang terukur. Mereka berhasil mengalahkan tim dari Fakultas Teknik dengan skor 3-2 dalam pertandingan final yang berlangsung sengit di lapangan utama kampus.
“Perjalanan kami menuju juara memang tidak mudah. Kami berlatih intensif selama dua bulan dengan jadwal yang sangat ketat. Akan tetapi, semua upaya itu terbayar ketika kami berhasil mengangkat trofi juara. Ini adalah bukti bahwa mahasiswa pertanian juga bisa berprestasi di bidang olahraga,” ujar Muh. Rizky Pratama, kapten tim sepak bola putra Fakultas Pertanian dan Peternakan, dengan wajah yang bersinar.
Tidak hanya dalam sepak bola, mahasiswa Fakultas Pertanian dan Peternakan juga menunjukkan performa gemilang dalam cabang olahraga lainnya. Dalam kompetisi bola voli putri, tim dari program studi Agronomi berhasil meraih medali perak setelah kalah dalam partai final dari tim Fakultas Ilmu Sosial dan Politik. Sementara itu, dalam cabang olahraga bulu tangkis, mahasiswa Agronomi bernama Siti Nur Azizah berhasil meraih medali emas dalam kategori tunggal putri, dengan permainan yang sangat dinamis dan penuh antisipasi.
Dalam kategori olahraga tradisional, khususnya tarik tambang, tim putra gabungan dari semua program studi Fakultas Pertanian dan Peternakan menunjukkan kekuatan fisik yang luar biasa, berhasil memenangkan tiga putaran pertandingan berturut-turut dan meraih gelar juara. Ketua Tim Tarik Tambang, Hendra Wijaya dari program studi Peternakan, menyampaikan bahwa mereka melatih strategi khusus dengan memilih anggota tim berdasarkan postur tubuh dan kekuatan otot yang optimal.
Seni dan Budaya sebagai Ekspresi Kreativitas
Sementara prestasi olahraga mencuri perhatian, kegiatan seni dan budaya juga menunjukkan antusiasme yang tidak kalah tinggi. Dalam kompetisi seni tari modern, mahasiswa Fakultas Pertanian dan Peternakan berhasil meraih juara pertama dengan menampilkan karya berjudul “Tarian Panen” yang menggabungkan gerakan tari tradisional Sulawesi Tenggara dengan irama musik kontemporer.
“Kami ingin menciptakan sesuatu yang unik dan bermakna. Tema panen dipilih karena erat kaitannya dengan kehidupan mahasiswa pertanian. Kami menampilkan cerita dari persiapan lahan hingga panen raya, dengan setiap gerakan mencerminkan kerja keras para petani,” jelas Nurul Hidayati, koreografer utama kelompok tari tersebut, yang merupakan mahasiswa semester enam program studi Agronomi.
Kelompok tari yang terdiri dari 15 penari tersebut melakukan latihan rutin selama tiga bulan dengan didampingi oleh seorang seniman tradisional dari komunitas seni Kendari. Dedikasi mereka terbayar dengan pujian dari juri yang memberikan skor sempurna untuk kategori kreativitas dan ekspresi artistik.
Selain tari, mahasiswa Fakultas Pertanian dan Peternakan juga meraih prestasi dalam kompetisi band. Grup musik bernama “Harvest Moon” yang beranggotakan lima mahasiswa program studi Peternakan berhasil menjadi finalis dalam kategori band rock dengan lagu original berjudul “Kehidupan di Sawah”. Meskipun tidak meraih juara pertama, penampilan mereka sangat memukau penonton dan mendapat standing ovation dari audience yang hadir.
Dampak Positif terhadap Pengembangan Karakter Mahasiswa
Menurut Ibu Siti Munawarah, S.Psi., M.A., Kepala Bagian Kemahasiswaan Universitas Muhammadiyah Kendari, keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan olahraga dan seni budaya memiliki dampak signifikan terhadap perkembangan holistik mereka. “Data yang kami kumpulkan menunjukkan bahwa mahasiswa yang aktif berpartisipasi dalam kegiatan ekstrakurikuler memiliki tingkat kedisiplinan yang lebih tinggi, lebih mampu mengelola stres akademik, dan memiliki jaringan sosial yang lebih luas. Ini semua berkontribusi positif terhadap prestasi akademik mereka,” ungkapnya saat dihubungi oleh redaksi.
Kepala Bagian Kemahasiswaan juga menekankan bahwa festival ini bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi juga wahana pembelajaran tentang nilai-nilai sportivitas, toleransi, dan kebersamaan. “Kami melihat bahwa mahasiswa dari berbagai program studi dan angkatan bisa bersatu dalam semangat yang sama. Ini adalah aset berharga bagi pembangunan karakter bangsa kita ke depannya,” tambahnya.
Persiapan dan Dukungan Institusional
Kesuksesan pelaksanaan festival tidak terlepas dari dukungan penuh dari pimpinan universitas dan dosen-dosen pembimbing akademik. Rektor Universitas Muhammadiyah Kendari, Prof. Dr. Ir. Muh. Sulhan, M.S., yang menutup acara festival pada Jumat, 15 April 2026, memberikan apresiasi tinggi kepada semua pihak yang terlibat.
“Keberhasilan festival ini menunjukkan bahwa Unismuh Kendari memiliki ekosistem yang mendukung pengembangan mahasiswa secara komprehensif. Kami tidak hanya fokus pada aspek akademik, tetapi juga sangat memperhatikan pengembangan aspek non-akademik seperti olahraga, seni, dan budaya. Saya bangga melihat bahwa mahasiswa Fakultas Pertanian dan Peternakan mampu bersaing dan bahkan meraih juara dalam berbagai kategori,” ujar Rektor Sulhan.
Dukungan institusional tersebut mencakup penyediaan fasilitas olahraga yang memadai, alokasi dana untuk pelatihan dan transportasi tim, serta kebijakan akademik yang fleksibel bagi mahasiswa yang aktif dalam organisasi olahraga dan seni budaya.
Pesan dan Harapan ke Depan
Sebagai penutup, para narasumber menyampaikan pesan yang konsisten tentang pentingnya keseimbangan antara pengembangan akademik dan non-akademik. Dekan Hasnawi Usman, dalam kesempatan terakhirnya, menekankan: “Mahasiswa Fakultas Pertanian dan Peternakan kami adalah calon-calon pemimpin di bidang pertanian dan peternakan. Mereka harus tidak hanya memiliki keahlian teknis yang tinggi, tetapi juga memiliki jiwa kepemimpinan, kemampuan berkomunikasi yang baik, dan ketahanan mental yang kuat. Olahraga dan seni budaya adalah medium yang sangat efektif untuk mengembangkan semua hal tersebut.”
Mahasiswa Fakultas Pertanian dan Peternakan sendiri mengungkapkan motivasi mereka untuk terus berkembang. Siti Nur Azizah, pemenang medali emas bulu tangkis, berkomitmen untuk tidak hanya mempertahankan prestasi olahraganya, tetapi juga meningkatkan prestasi akademiknya. “Saya ingin membuktikan bahwa atlet juga bisa menjadi mahasiswa yang berprestasi akademik tinggi. Ini adalah tantangan yang ingin saya kejar,” ujarnya dengan penuh determinasi.
Festival Olahraga dan Seni Budaya 2026 Universitas Muhammadiyah Kendari telah selesai diselenggarakan, namun semangat yang dibangkitkan akan terus bergema. Pencapaian mahasiswa Fakultas Pertanian dan Peternakan dalam festival ini menjadi bukti konkret bahwa mereka tidak hanya mampu berinovasi di bidang pertanian dan peternakan, tetapi juga memiliki potensi luar biasa dalam bidang olahraga dan seni budaya. Dengan dukungan penuh dari institusi dan komitmen kuat dari mahasiswa sendiri, masa depan yang cerah menanti generasi muda Universitas Muhammadiyah Kendari.