KENDARI – Universitas Muhammadiyah Kendari (UMKD), khususnya Fakultas Pertanian dan Peternakan, telah secara resmi meluncurkan program pembelajaran inovatif berbasis teknologi precision farming pada Selasa, 31 Maret 2026, bertempat di Auditorium Utama Kampus Perkotaan UMKD, Jalan Sultan Qaimuddin, Kendari. Inisiatif akademik terbaru ini merupakan respons nyata terhadap kebutuhan industri pertanian dan peternakan modern di era digital, sekaligus mempersiapkan lulusan yang lebih kompeten dan relevan dengan tuntutan pasar kerja global.
Program pembelajaran revolusioner yang diberi nama “Smart Agri Learning Initiative” (SALI) ini menggabungkan teori akademik konvensional dengan praktik penggunaan teknologi canggih seperti Internet of Things (IoT), Artificial Intelligence (AI), dan sistem drone monitoring untuk mendukung proses pembelajaran mahasiswa. Dengan fokus pada keberlanjutan lingkungan dan peningkatan produktivitas pertanian, program ini dirancang menjadi model pembelajaran yang tidak hanya mengikuti standar pendidikan nasional tetapi juga melampaui ekspektasi industri lokal dan global.
Peluncuran program ini dihadiri oleh pejabat akademik tingkat universitas, dosen, mahasiswa, praktisi pertanian lokal, dan wakil-wakil dari instansi terkait di Provinsi Sulawesi Tenggara. Acara dimulai dengan sambutan resmi dari Rektor UMKD, diikuti dengan pemaparan detail program oleh Dekan Fakultas Pertanian dan Peternakan, serta demonstrasi langsung penggunaan teknologi precision farming yang akan diintegrasikan dalam kurikulum pembelajaran.
### Latar Belakang Kebutuhan Program Inovatif
Sektor pertanian dan peternakan tetap menjadi tulang punggung perekonomian Sulawesi Tenggara, dengan kontribusi signifikan terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB). Namun, menghadapi tantangan modernisasi, keterbatasan sumber daya, dan persaingan global, industri ini membutuhkan tenaga kerja profesional yang memiliki pemahaman mendalam tentang teknologi pertanian terkini. Permasalahan ini telah menjadi perhatian serius bagi UMKD dalam merumuskan strategi pengembangan kurikulum.
“Kami telah mengidentifikasi kesenjangan signifikan antara kompetensi yang diajarkan di kampus dengan kebutuhan aktual di lapangan. Para petani dan peternak modern sudah mulai mengadopsi teknologi digital, tetapi tenaga kerja muda yang memahami integrasi teknologi dengan praktik tradisional masih sangat terbatas,” ujar Dr. Muhammad Asdar, S.P., M.Si., Dekan Fakultas Pertanian dan Peternakan UMKD, dalam wawancara eksklusif pada Rabu, 1 April 2026.
Hasil studi kurikulum yang dilakukan tim akademik UMKD selama delapan bulan terakhir mengungkapkan bahwa 78 persen lulusan fakultas mengalami kesulitan beradaptasi dengan standar kerja industri pertanian dan peternakan modern. Survei ini melibatkan lebih dari 150 alumni yang bekerja di berbagai sektor pertanian, mulai dari peternakan unggas skala menengah hingga perkebunan kelapa sawit organik.
### Keunggulan dan Fitur Program Smart Agri Learning Initiative
Program SALI menawarkan beberapa keunggulan kompetitif yang membedakannya dari model pembelajaran konvensional. Pertama, integrasi teknologi IoT memungkinkan mahasiswa mempelajari sistem monitoring real-time untuk parameter lingkungan seperti suhu, kelembaban, dan kondisi tanah. Perangkat sensor pintar yang akan dipasang di kebun dan kandang percobaan fakultas akan menghasilkan data yang dapat diakses oleh mahasiswa melalui dashboard digital khusus.
Kedua, program ini menyediakan modul pembelajaran berbasis AI yang mampu memberikan rekomendasi agronomis personal berdasarkan analisis data lapangan. Sistem ini dirancang untuk mengajarkan mahasiswa bagaimana menginterpretasi data kompleks dan mengambil keputusan bisnis yang lebih informed dan akurat.
Ketiga, penggunaan teknologi drone untuk monitoring kesehatan tanaman dan inventarisasi sumber daya akan menjadi bagian integral dari praktik lapangan. Mahasiswa akan dilatih mengoperasikan drone khusus pertanian serta menganalisis citra multispektral untuk deteksi dini penyakit tanaman atau stres nutrisi pada ternak.
“Kami juga mengintegrasikan modul blockchain untuk manajemen supply chain yang transparan, terutama untuk produk pertanian premium yang akan dipasarkan. Ini adalah hal yang akan sangat diminati oleh sektor agribisnis modern,” jelas Dr. Muhammad Asdar, dengan antusiasme yang terukur namun nyata.
Keempat, program ini menekankan pembelajaran berbasis proyek dengan melibatkan kerjasama langsung dengan kelompok tani dan peternak di sekitar Kendari. Mahasiswa akan terlibat dalam menerapkan teknologi precision farming pada usaha pertanian nyata, bukan hanya simulasi atau studi kasus di ruang kelas.
### Infrastruktur dan Investasi Teknologi
Untuk mendukung pembelajaran berkualitas, UMKD telah menginvestasikan dana signifikan dalam pembangunan infrastruktur teknologi. Laboratorium Precision Farming yang baru direnovasi dilengkapi dengan perangkat IoT terbaru senilai sekitar 2,8 miliar rupiah, mencakup server cloud khusus, workstation analisis data, dan perangkat keras untuk pembelajaran drone dan sistem automasi.
Selain itu, universitas telah mengalokasikan lahan seluas 1,2 hektar dari areal percobaan fakultas untuk menjadi demonstrasi plot teknologi precision farming. Pada lokasi ini akan ditanam berbagai komoditas lokal unggulan seperti cengkeh, kakao, dan jagung hibrida dengan penerapan teknologi penuh. Hal ini memungkinkan mahasiswa belajar dalam lingkungan yang benar-benar mencerminkan kondisi pertanian modern.
“Investasi ini bukan sekadar belanja peralatan, tetapi komitmen jangka panjang untuk membentuk ekosistem pembelajaran yang sustainable dan berdampak pada industri pertanian Sulawesi Tenggara,” terang Ir. Siti Aminah, M.Agr., Ketua Program Studi Agribisnis, dalam diskusi panel yang diadakan saat peluncuran program.
### Kurikulum yang Disesuaikan dan Metode Pengajaran Baru
Kurikulum yang telah disusun untuk program SALI mencakup 12 mata kuliah baru yang terintegrasi dengan mata kuliah konvensional yang sudah ada. Di antara mata kuliah baru tersebut adalah “IoT dan Sensor Technology dalam Pertanian,” “Data Analytics untuk Keputusan Agribisnis,” “Drone Technology and Aerial Imagery Analysis,” “Smart Livestock Management Systems,” dan “Digital Supply Chain in Agriculture.”
Metode pengajaran mengalami transformasi signifikan. Selain kuliah tatap muka konvensional, mahasiswa akan mengikuti pembelajaran hybrid yang menggabungkan video pembelajaran interaktif, simulasi berbasis software, dan praktik lapangan langsung. Dosen dituntut untuk meningkatkan kompetensi digital mereka, dan UMKD telah menyelenggarakan program pelatihan intensif selama tiga bulan untuk memastikan readiness pengajar.
“Saya telah mengikuti pelatihan khusus tentang bagaimana mengintegrasikan machine learning dalam pengajaran agronomi. Awalnya saya merasa cukup tertantang sebagai dosen yang sudah 15 tahun mengajar dengan metode konvensional, tetapi saya melihat antusiasme mahasiswa yang luar biasa. Mereka benar-benar excited dengan pendekatan pembelajaran yang baru ini,” ungkap Prof. Dr. Bambang Sutrisno, S.P., M.Sc., salah satu dosen senior yang turut terlibat dalam program.
### Respons Mahasiswa dan Pihak Industri
Respons mahasiswa terhadap peluncuran program ini sangat positif. Dalam survei cepat yang dilakukan pasca-acara peluncuran, 94 persen mahasiswa Fakultas Pertanian dan Peternakan menyatakan sangat antusias dengan program baru ini. Mereka melihat peluang besar untuk meningkatkan daya saing mereka di pasar kerja yang semakin kompetitif.
“Saya merasa ini adalah kesempatan emas untuk belajar teknologi yang akan membuat saya lebih siap untuk dunia kerja. Pertanian bukan lagi tentang cara-cara tradisional saja, dan saya ingin menjadi bagian dari transformasi ini,” kata Rini Putri Wijaya, mahasiswa semester enam Program Studi Peternakan, dengan semangat yang menular.
Dari sisi industri, sambutan juga sangat antusias. Pimpinan beberapa korporasi pertanian dan peternakan yang hadir pada acara peluncuran menyatakan kesediaan mereka untuk menjadi mitra dalam program ini, termasuk penyediaan tempat magang dan mentorship dari praktisi industri.
“Kami sangat menghargai inisiatif UMKD ini. Kami sudah menunggu-nunggu tenaga muda yang memahami baik sisi teknologi maupun praktik pertanian lapangan. Program ini akan memperpendek kurva pembelajaran karyawan baru kami,” ujar Hendra Wijaya, General Manager Divisi Agribisnis PT Maju Berkah Nusantara, salah satu perusahaan agribisnis terkemuka di Sulawesi Tenggara.
### Dukungan Pemerintah dan Kemitraan Strategis
Program SALI tidak berdiri sendiri, tetapi didukung oleh berbagai pihak stakeholder. Dinas Pertanian Provinsi Sulawesi Tenggara telah menyatakan dukungan resmi dan berkomitmen untuk memberikan akses data pertanian serta melibatkan petani binaan mereka sebagai mitra pembelajaran. Selain itu, Kementerian Pendidikan Tinggi telah mengakui program ini sebagai salah satu inisiatif pembelajaran inovatif yang patut untuk didokumentasikan dan dipelajari oleh universitas lain.
Kemitraan juga telah dijalin dengan perusahaan teknologi terkemuka, baik dari Indonesia maupun internasional, untuk penyediaan lisensi software, pelatihan teknis, dan akses ke platform cloud komputasi. Hal ini memastikan bahwa mahasiswa belajar menggunakan tools dan platform yang benar-benar digunakan dalam industri.
### Visi Jangka Panjang dan Dampak Berkelanjutan
Menurut pihak universitas, program SALI adalah langkah awal dari visi yang lebih besar untuk menjadikan Fakultas Pertanian dan Peternakan UMKD sebagai pusat inovasi pertanian modern di kawasan Sulawesi Tenggara. Dalam lima tahun ke depan, diharapkan dapat membentuk lebih dari 500 profesional muda yang kompeten dalam precision farming dan agribisnis digital.
“Kami tidak hanya ingin menghasilkan lulusan yang terserap di industri besar, tetapi juga mendorong mahasiswa untuk menjadi entrepreneur muda yang menciptakan startup agritech. Ekosistem pembelajaran kami dirancang untuk mendukung kreativitas dan inovasi,” jelas Dr. Muhammad Asdar, dengan visi yang jelas dan terukur.
Dampak program ini diperkirakan akan meluas tidak hanya di tingkat mahasiswa, tetapi juga pada komunitas petani dan peternak lokal. Melalui kegiatan extension dan community service, UMKD berencana untuk mendiseminasikan pengetahuan tentang precision farming kepada kelompok tani dan koperasi, sehingga tercipta transfer teknologi yang nyata dan bermanfaat bagi peningkatan produktivitas pertanian lokal.
### Penutup
Peluncuran Smart Agri Learning Initiative oleh Fakultas Pertanian dan Peternakan Universitas Muhammadiyah Kendari menandai babak baru dalam pendidikan pertanian dan peternakan di Sulawesi Tenggara. Dengan mengintegrasikan teknologi cutting-edge ke dalam pembelajaran akademik, UMKD telah menunjukkan komitmen serius untuk merespons kebutuhan industri dan menciptakan tenaga kerja yang relevan dengan era digital.
Program ini adalah bukti nyata bahwa pendidikan tinggi dapat terus berkembang dan berinovasi tanpa mengorbankan nilai-nilai akademik yang fundamental. Ke depannya, diharapkan program ini menjadi model pembelajaran yang dapat diadopsi dan dikembangkan oleh institusi pendidikan lain, serta memberikan dampak positif yang terukur pada perekonomian pertanian daerah.
Dengan dukungan penuh dari semua pihak stakeholder, Smart Agri Learning Initiative UMKD diproyeksikan akan menjadi program pembelajaran yang tidak hanya prestisius secara akademik, tetapi juga memberikan nilai tambah nyata bagi pengembangan pertanian dan peternakan berkelanjutan di Provinsi Sulawesi Tenggara.
—
Berita ditulis berdasarkan data dan informasi dari acara peluncuran program pada 31 Maret 2026 di Universitas Muhammadiyah Kendari.