KENDARI – Universitas Muhammadiyah Kendari terus membuktikan komitmennya dalam menghasilkan penelitian inovatif yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Kali ini, Fakultas Pertanian dan Peternakan meluncurkan hasil penelitian terbaru berupa teknologi pupuk organik berbasis limbah pertanian yang telah diujicobakan selama dua tahun terakhir. Penelitian yang melibatkan puluhan mahasiswa dan sepuluh dosen ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas pertanian di Sulawesi Tenggara sekaligus mengurangi beban lingkungan.
Peluncuran resmi penelitian ini dilakukan pada Rabu, 3 April 2026, di Gedung Rektorat Universitas Muhammadiyah Kendari dengan menghadirkan pejabat kampus, peneliti, praktisi pertanian, dan komunitas petani lokal. Acara yang diberi nama “Seminar Nasional Inovasi Pertanian Berkelanjutan untuk Ketahanan Pangan” ini menjadi momentum penting dalam memperkenalkan hasil riset kepada publik yang lebih luas.
Latar Belakang Penelitian yang Strategis
Provinsi Sulawesi Tenggara, khususnya wilayah Kendari, dikenal sebagai daerah pertanian yang potensial. Namun, seiring dengan meningkatnya permintaan hasil pertanian, petani lokal kerap menggunakan pupuk kimia sintetis secara berlebihan untuk meningkatkan hasil panen. Praktik ini, meskipun efektif dalam jangka pendek, telah menimbulkan berbagai masalah lingkungan serius, termasuk degradasi tanah, pencemaran air tanah, dan peningkatan emisi karbon.
Selain itu, biaya pupuk kimia yang terus melonjak menjadi beban ekonomi yang signifikan bagi petani kecil dan menengah di wilayah Kendari. Kondisi ini menjadi titik tolak Fakultas Pertanian dan Peternakan Universitas Muhammadiyah Kendari untuk melakukan riset mendalam guna menemukan solusi alternatif yang terjangkau, ramah lingkungan, dan efektif meningkatkan produktivitas lahan.
“Kami melihat ada kesenjangan besar antara kebutuhan petani akan input berkualitas dan keterjangkauan harga. Sementara itu, limbah pertanian tersedia melimpah tetapi belum dimanfaatkan secara optimal,” ungkap Dr. Sutrisno, S.P., M.Si., Dekan Fakultas Pertanian dan Peternakan Universitas Muhammadiyah Kendari saat membuka acara peluncuran.
Inovasi Pupuk Organik: Dari Konsep hingga Aplikasi
Penelitian ini dipimpin oleh Dr. Ir. Hendra Wijaksono, M.Sc., seorang dosen senior yang memiliki pengalaman lebih dari 15 tahun dalam bidang ilmu tanah dan nutrisi tanaman. Tim penelitiannya terdiri dari delapan dosen lainnya serta 32 mahasiswa dari berbagai tingkat akademik, mulai dari strata satu hingga program pascasarjana.
Teknologi yang dikembangkan bernama “Biofertilizer Plus” adalah pupuk organik komposit yang memanfaatkan limbah pertanian seperti jerami padi, kulit kopi, dan kotoran ternak sebagai bahan bakunya. Proses produksinya melibatkan fermentasi dengan menggunakan mikroorganisme lokal yang diisolasi dari tanah Sulawesi Tenggara, sehingga secara biologis sesuai dengan kondisi edafis setempat.
“Biofertilizer Plus dikembangkan melalui riset dasar yang ketat. Kami melakukan lebih dari 50 kombinasi formula berbeda untuk mencapai komposisi yang optimal,” jelas Dr. Hendra Wijaksono dalam persentasi ilmiahnya. “Hasil akhirnya adalah produk yang memiliki kandungan nitrogen 4-5%, fosfor 2-3%, dan kalium 3-4%, plus berbagai unsur hara mikro dan mikroba menguntungkan yang aktif.”
Aspek yang membuat inovasi ini semakin menarik adalah kesederhanaan proses produksinya. Pupuk ini dapat diproduksi oleh petani sendiri dengan modal relatif rendah dan menggunakan peralatan yang ada. Tim peneliti juga telah menyusun manual lengkap dalam bahasa Indonesia yang mudah dipahami, dengan disertai diagram proses yang jelas dan video tutorial yang dapat diakses melalui platform digital.
Hasil Ujicoba dan Dampak Nyata di Lapangan
Selama dua tahun pelaksanaan penelitian, Biofertilizer Plus telah diujicobakan di 15 lokasi berbeda di Sulawesi Tenggara, meliputi lahan padi sawah, lahan kering, perkebunan kakao, dan kebun sayuran. Lokasi ujicoba dipilih secara strategis untuk mewakili berbagai kondisi agroekologi dan sosial-ekonomi petani.
Hasil yang diperoleh cukup menggembirakan. Pada lahan padi sawah, penggunaan Biofertilizer Plus mampu meningkatkan hasil panen rata-rata 15-20% dibandingkan dengan penggunaan pupuk kimia saja. Lebih signifikan lagi, pada lahan perkebunan kakao, peningkatan produksi mencapai 25%, sekaligus meningkatkan kualitas kakao yang dihasilkan berdasarkan parameter kadar asam dan polifenol.
Ir. Syaiful Rahman, M.P., dosen yang terlibat langsung dalam monitoring lapangan, menjelaskan mekanisme kerja produk ini: “Biofertilizer Plus tidak hanya menyediakan nutrisi, tetapi juga meningkatkan aktivitas biologi tanah. Mikroba yang terkandung membantu melarutkan nutrisi yang sudah ada di tanah, memperbaiki struktur tanah, dan meningkatkan kemampuan tanah menahan air. Ini sangat penting khususnya di musim kemarau.”
Dampak ekonomi yang diperoleh petani juga terbukti signifikan. Biaya produksi Biofertilizer Plus hanya sekitar 60-70% dari biaya pupuk kimia sintetis berkualitas tinggi, tetapi dengan efektivitas yang sebanding bahkan lebih baik. Penelitian ekonomi yang dilakukan oleh mahasiswa program studi Agribisnis menunjukkan bahwa petani yang menggunakan Biofertilizer Plus mengalami peningkatan margin keuntungan sekitar 18-22% per musim tanam.
Peran Mahasiswa sebagai Peneliti Muda Berbakat
Yang tidak kalah penting dari hasil penelitian ini adalah peran mahasiswa yang terlibat secara langsung. Program penelitian ini dirancang bukan hanya sebagai kegiatan riset semata, tetapi juga sebagai wahah pembelajaran experiential bagi mahasiswa Fakultas Pertanian dan Peternakan.
“Mahasiswa kami tidak hanya menjadi asisten, tetapi mitra peneliti yang sesungguhnya,” ujar Dr. Sutrisno. “Beberapa skripsi mahasiswa tingkat akhir bahkan menjadi komponen penting dari penelitian besar ini, terutama dalam aspek evaluasi dampak sosial dan kelayakan ekonomi.”
Salah satu mahasiswa yang menonjol adalah Anisa Putri Wardhani, mahasiswa semester delapan program studi Ilmu Tanah. Dalam skripsinya, Anisa berhasil mengidentifikasi jenis-jenis mikroba lokal terbaik yang optimal untuk fermentasi Biofertilizer Plus. Penelitiannya yang presisi dan metodis menjadi salah satu kontribusi utama dalam penyempurnaan formula produk akhir.
“Pada awalnya saya gugup bekerja dalam tim penelitian yang begitu besar,” mengakui Anisa. “Tetapi dukungan dari Prof. Hendra dan dosen-dosen lain membuat saya tergerak untuk memberikan kontribusi terbaik. Saya belajar banyak tentang bagaimana riset nyata dilakukan, mulai dari desain eksperimen hingga analisis data dan presentasi ilmiah.”
Mahasiswa lain yang turut berkontribusi adalah Rizki Pratama, mahasiswa program studi Agribisnis yang fokus pada aspek pemasaran dan adopsi teknologi. Riset kualitatif Rizki tentang persepsi petani terhadap inovasi ini menjadi fondasi penting dalam merancang strategi diseminasi hasil penelitian.
Visi Jangka Panjang dan Komitmen Universitas
Universitas Muhammadiyah Kendari melalui Rektorat dan Fakultas Pertanian dan Peternakan telah menetapkan komitmen untuk terus mengembangkan dan mendiseminasikan Biofertilizer Plus kepada masyarakat luas. Rencana jangka panjang mencakup pembentukan unit produksi skala semi-komersial di kampus, pelatihan kepada petani-petani pilihan, dan registrasi produk di Kementerian Pertanian.
Rektor Universitas Muhammadiyah Kendari, Prof. Dr. Aminullah, S.H., M.H., dalam pidatonya menekankan pentingnya penelitian terapan yang berdampak sosial: “Universitas Muhammadiyah Kendari berkomitmen untuk menjadi universitas yang tidak hanya menghasilkan lulusan berkualitas, tetapi juga menghasilkan inovasi yang nyata mengubah kehidupan masyarakat. Penelitian Biofertilizer Plus ini adalah contoh konkret dari komitmen tersebut.”
Lebih lanjut, Prof. Aminullah mengumumkan akan dialokasikan dana khusus dari Universitas untuk mendukung penelitian lanjutan, termasuk riset pengembangan formula yang sesuai dengan tanaman-tanaman spesifik seperti cengkeh, vanili, dan tanaman hortikultura lainnya yang potensial di Sulawesi Tenggara.
Kemitraan dan Keberlanjutan Penelitian
Kesuksesan penelitian ini juga tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak stakeholder. Universitas telah menjalin kemitraan dengan Dinas Pertanian Provinsi Sulawesi Tenggara, Balai Penelitian Tanah Kementerian Pertanian, dan beberapa kelompok tani di wilayah Kendari dan sekitarnya. Kemitraan ini memastikan bahwa hasil penelitian dapat diterapkan secara langsung dan berkelanjutan.
“Kolaborasi antara akademisi, pemerintah, dan petani adalah kunci kesuksesan inovasi pertanian modern,” ujar Drs. Muh. Irwan, M.Agr., Kepala Dinas Pertanian Provinsi Sulawesi Tenggara yang hadir dalam acara peluncuran. “Kami sangat menghargai inisiatif Universitas Muhammadiyah Kendari dalam mengembangkan teknologi yang sesuai dengan konteks lokal dan kebutuhan nyata petani kami.”
Selain itu, penelitian ini juga telah menghasilkan publikasi ilmiah yang telah dipublikasikan di beberapa jurnal nasional terakreditasi dan jurnal internasional. Ini menunjukkan bahwa penelitian bukan hanya bermanfaat secara praktis, tetapi juga memenuhi standar akademik yang tinggi.
Dampak Sosial dan Lingkungan
Dari perspektif dampak lingkungan, pengurangan penggunaan pupuk kimia sintetis tentunya memiliki implikasi positif jangka panjang. Dengan adopsi Biofertilizer Plus oleh petani, diperkirakan penggunaan pupuk kimia dapat dikurangi hingga 40-50%, sehingga beban pencemaran lingkungan berkurang signifikan. Ini sejalan dengan agenda pembangunan berkelanjutan dan komitmen Indonesia dalam menangani perubahan iklim global.
Dari sisi sosial, inovasi ini memberdayakan petani untuk menjadi lebih mandiri, karena mereka dapat memproduksi pupuk organik sendiri dengan memanfaatkan limbah lokal. Hal ini juga membuka peluang usaha baru bagi petani untuk menjadi produsen pupuk organik semi-komersial dan melayani petani-petani tetangga mereka.
Penutup
Penelitian inovatif Universitas Muhammadiyah Kendari, khususnya Fakultas Pertanian dan Peternakan, telah membuktikan bahwa perguruan tinggi lokal mampu menghasilkan inovasi kelas dunia yang relevan dengan kebutuhan masyarakat setempat. Biofertilizer Plus bukan hanya sekadar produk, tetapi representasi dari komitmen institusi dalam menggabungkan riset akademik dengan aksi sosial nyata.
Dengan terus mengembangkan penelitian serupa di masa depan dan melibatkan mahasiswa sebagai peneliti muda, Universitas Muhammadiyah Kendari diharapkan dapat terus berkontribusi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat Sulawesi Tenggara. Semangat inovasi yang ditunjukkan oleh dosen dan mahasiswa dalam penelitian ini menjadi inspirasi bagi sivitas akademika lainnya untuk terus mengeksplorasi solusi-solusi kreatif bagi tantangan yang dihadapi masyarakat.
(Pelapor: Redaksi Kampus | Editor: Dr. Yudha Pratama, S.I.P.)